Tuesday, 9 October 2012

Hargailah kami, pak.

Itulah yang pengin banget aku bilang sama Pak W. Baru dua minggu yang lalu eh sekarang udah komplain lagi. Dulu waktu awal - awal memang pernah komplain dan aku pikir itu karena memang kesalahan dari BBF. tapi seiring berjalan waktu kok makin sering komplainnya ya. dan anehnya dari berpuluh klien cuma dia tok yang rewel minta ampun. Klien yang lain ga ada yang serewel dia. Dari awal aku sudah bilang kalo tentor kami memang masih kuliah. Jadi kalau segala sesuatu yang berhubungan dengan hari silahkan ngomong langsung ke tentor. ini malah enggak. Belum bahasanya yang kayak ga pernah di kasih pendidikan. Ga tau kenapa kata - katanya meremehkan banget. Pelanggan itu raja tapi ga begini juga kali ya.

Parahnya, beliau seakan hanya ingin tahu dari cerita anaknya. Ga pernah tahu beliau ngecek apakah anak - anaknya memang serius les apa ga. Ibunya sendiri bekerja dari pagi sampe malam. Anak - anaknya di titipkan di mbah. Pak W sendiri dulu ngaku dokter ternyata jaga toko. bukankah seharusnya ia bisa lebih menghargai ya?

Beberapa bulan  yang lalu ada sms gelap yang masuk ke telp fleksi BBF. Karena aku d Tegal jadi hp memang dibawa partner sekaligus sahabatku, kami sempat shock mebaca sms itu. Intinya sech mempertanyakan kinerja kami. Kami berusaha menelepon karena penasaran sebenarnya itu orang tua siapa. setauku selama ini selain pak W ga ada orang tua yang komplain. Serius dech ga ada yang komplain. Sampai ada beberapa orang tua yang kami tanyakan waktu memberikan kenang - kenangan kenaikan raport mereka bilang puas dengan pelayanan kami. Walaupun ada yang tidak melanjutkan kerja sama di karena kan keterbatasan tentor dan sudah ikut les di sekolah. Tapi semuanya oke - oke saja. Mereka justru senang karena mendapat sedikit penghargaan dari kami karena telah memilih Bimbel kami. Eits Pak W kami kasih juga, tapi berhubung beliau ga ada ya titip anknya.

Kembali ke pak W yang ga jelas itu. Beberapa hari yang lalu istrinya yang sms. Komplain tapi dengan bahasa yang enak di baca dan membuat kami jadi merasa bersalah. Walau kesalahan bukan sepenuhnya dari tentor kami. Hal yang membuat aku menjadi menghargai bu W adalah beliau meminta maaf bila anak - anaknya kurang serius dalam les. Akhirnya aku dan tentor pun membuat kesepakatan baru. harus di akui tentorku yang satu ini luar biasa tahan banting.

Baru saja kami melaksanakan rencana kami, eh ternyata tadi pagi pak W sms. Tebak! ternyata pengirim sms gelap itu adalah dia. Untungnya temenku masih menyimpan nomornya. Apakah harus seperti itu pak? Kami bukan orang yang menolak komplain tapi kami hanya ingin di hargai. Sempet terlintas kalau dia merasa BBF kurang dalam pelayanan kenapa masih bertahan menggunakan jasa kami. Partnerku sempat menghibur, MUNGKIN KARENA CUMAN KITA YANG BETAH HADAPIN KEREWELAN DIA. Akhirnya aku pun tersenyu. partnerku cukup memberi hiburan. Mungkin ini jalan Tuhan untuk melatih mental kita dalam menghadapi pelanggan. Siapa tahu kalau kita bisa menghandle dia, makin besar BBF. Aminnnn

Tidak ada manusia yang sempurna. Cobalah untuk menghargai sesama. Siapaun itu! Karena Harta atau pun pekerjaan, tidak akan bisa membedakan kita di hadapan Allah. Please pak, Jangan karena kami lebih muda bapak jadi seenaknya.

Satu hal lagi buat para orang tua. please sesibuk - sibuknya anda. perhatikan anak anda. sering - seringlah berkomunikasi dengan guru di sekolah dan guru lesnya. biar anda tahu tentang perlembangan pendidikan mereka. jadi kita sama - sama enak. berjalan beriringan menjadikan anak anda berprestasi. Amin


2 comments:

  1. kalo komplainnya tiap bulan mungkin ada yang kurang dari bapak ini. dia kurangi ngawasi anaknya, jadi ga tau perkembangan anaknya gimana :) sabar aja ya, mba :)

    ReplyDelete
  2. anaknya emang kurang kasih sayang mba. sebenarnya kata tentorku ga ada masalah sama anaknya. tapi ga tau kenapa selalu salah dimata bapaknya. yang bikin kesel dulu pernah komplain ga pake nama. jelek - jelekin bimbel kita bilang ada temennya yang ga puas bla2...aku sempet suudzon juga ma tentorku. sempat tak telpon ga diangkat. untung sama temenku yang disemarang disimpen nomernya. eh ketahuan dech kalo sms gelap itu dari bapaknya karena dia pernah komplain (again)dan nyebuat nama anankya. lucunya komplain kadang tentang tagihan. lah wong sebelum mid sama pas mid minta tiap hari yo mesti banyak tagihane. sabarrr

    ReplyDelete

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

 

Sample text

Sample Text