Saturday, 30 August 2014

Jika aku anggota IKAPI



            Kalau ga ikut parade lomba blog Pameran Buku Bandung 2014, kayaknya ga akan pernah tahu apa itu IKAPI. Aku baru tahu kalau ternyata penerbitan pun punya satu badan sendiri. wajarb saja sech lah pengusaha saja ada perhimpunannya.
            Sekilas tentang Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Ternyata oh ternyata IKAPI itu bukan perkumpulan kemaren sore. Tapi sudah di bentuk tanggal 17 Mei 1950. Salah satu cita – cita IKAPI adalah mencerdaskan bangsa dan memajukan perbukuan nasional. IKAPi sendiri ternyata sudah punay 24 cabang di seluruh Indonesia. Ini aku yang kurang update apa jarang ada yang tahu ya tentang IKAPI hehehe.
            Kalau di lihat dari visi dan misinya sudah jelas bahwa Penerbit salah satu upaya untuk mencerdaskan bangsa. Oleh karena itu seharusnya penerbit – penerbit harus mengedepankankan kualitas dari buku – bukunya. Salah satu hal yang bikin gemes adalah kalau ada novel dewasa tapi di tulis teenlit. Agak kurang sreg kalau ada novel yang ada unsur mesra – mesraan tapi tidak di labeli novel dewasa.
            Selain itu akan lebih baik bila buku non fiksi untuk remaja bisa di sesuaikan dengan umur si pembaca. Kadang nech ada non fiksi tentang remaja tapi bahasanya tingkat tinggi. Tugas berat dari IKAPI adalah bagaimana meningkatkan minat baca di Indonesia. Bukan hanya minat terhadap novel, tapi juga minat terhadap buku non fiksi.
            Reformasi yang harus dilakukan oleh IKAPI sebagai filter bagi buku – buku di Indonesia. Jangan ada lagi novel dengan terlalu vulgar. Buku seharusnya memberikan pengetahuan bagi pembacanya. Entah itu buku fiksi maupun non fiksi. Saat ini kita bisa lenglang buana ke seluruh dunia dengan hanya membaca buku.
            Minat baca yang rendah harusnya menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi IKAPI. Banyak yang malas membaca karena buku mahal, buku yang terlalu menggurui, tidak ada perpustakaan dll. IKAPI pun harusnya jangan kalah dengan BBM. Bsia memberikan subsidi buku bagi perpustakaan sekolah yang tidak layak. Bukankah sesuai dengan cita – cita awal berdiri mencerdaskan bangsa?
            Yuk saling bergandengan tangan lebih membumikan buku – buku. Berharap dengan meningkatnya minat baca akan menjadikan generasi muda berkualitas. Tidak ada lagi remaja yang bingung dengan dirinya sendiri, keluarga yang semakin hangat, atau bahkan tidak ada lagi pejabat yang korupsi. Siapa tahu?
Referensi:
            1. http://ikapi.org/about

Lomba Blog #PameranBukuBdg2014


2 comments:

  1. Iya, mba. Nonfiksi jarang yang minat ya. Apalagi kalo yang baca anak remaja kurang suka biasanya.

    ReplyDelete
  2. iya, kadang non fiksi kurang membumi ya..

    ReplyDelete

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

 

Sample text

Sample Text