Sunday, 23 August 2015

Saya Galau!



            Judulnya kayak ababil yang baru putus dari pacarnya ya hehehe. tapi memang dua bulan terakhir ini saya lagi merasakan kegalauan dan kelabilan emosi. Rasanya seperti trimester pertama yang emosinya naik turun. Kalau dulu karena morning sickness all day, kali ini karena merasa dipingit. Perut yang semakin membesar membuat orang tua merasa khawatir bila saya naik motor sendirian. Wajarlah cucu pertama pasti penginnya di jaga.
            Terkadang pikiran saya suka berkelana keman-mana. Puncaknya dua minggu yang lalu saya sms suami intinya kayak wasiat gitu hehehe. Suami langsung marah dan bilang kalau semuanya bakalan baik-baik saja. Suami malah sms kata-kata yang bikin saya speechless. Jadi mewek lagi dech. Sampe sebegitunya kegalauan yang saya rasakan ya. Padahal tenaga kesehatan saat ini canggih-canggih, untuk keselamatan bismillah kayaknya memadai banget. Yeah namanya juga pikiran lagi berkelana yang terlalu jauh.
            Saya juga galau memikirkan bagaimana anak saya kelak masa depannya. Bisa ga ya saya dan suami jadi orang tua yang bisa membimbing dia?. Ngeri aja kalau liat pergaulan jaman sekarang. Kadang saya suka ada perasaan apa bisa jadi seorang ibu yang kreatif yang disayang anak.
            Pada akhirnya memang saya sering membaca buku tentang kehamilan, melahirkan, dan parenting. Buka blog yang membahas masalah tersebut supaya sedikit tenang dan menambah wawasan saya tentang peran seorang ibu. Alhamdulillah rasa galau pun perlahan memudar seiring bertambahnya informasi. Atau bahkan mengobrol dengan teman membuat saya merasa ga sendirian. Yah walaupun ngobrolnya juga lewat chating tapi cukup membantu. Salah seorang teman pun pernah bilang “menulis saja sebagai terapi, biar ga galau sebelum melahirkan”. Akhirnya memang saya jadi rajin ikut lomba blog sana sini walaupun banyak gagalnya. Tapi memang niatnya supaya ga stress dan mengoptimalkan blog.
            Selain itu lebih dekat dengan sang pemilik kehidupan juga jauh membuat hati lebih tenang. Lebih siap dalam menghadapi apapun yang sudah menjadi suratan takdir. Manusia tetaplah harus berusaha dan berdoa.
            Maaf ya postingan kali ini curhatan yang ga jelas seorang perempuan yang sedang hamil besar hehehe.

4 comments:

  1. Pasrahjan semua sama Alloh mb widhi
    Inshaalloh diberikan kelancaran aminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ya Allah..iya mba..akhirnya memang berpasrah sama Allah..

      Delete
  2. Gapapa mba Dhie galau.. Aku juga lagi galau hal yang sama T___T

    ReplyDelete
    Replies
    1. galau bersama ya mom...mudah-mudahan diberi kemudahan dan kelancaran ya mami ubii..

      Delete

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

 

Sample text

Sample Text