Posts

Showing posts from July, 2012

Hunian Impian di rumah123.com dan Acara Rebutan Rumah Gratis

Image

Oleh - oleh seminar tentang kanker

Tadinya agak malas ikut seminar ini. Masalahnya waktunya yang sangat mepet. kebetulan pagi itu kami sekeluarga rekreasi ke PAI. Baru sampai di rumah menngajakku ke seminar tentang kanker. Katanya untuk pengetahuan aja.

Sesampainya di pendopo suasana sudah agak ramai dan sudah bisa di tebak rata - rata yang ikut ya emak - emak karena memang kumpulan Fatayat NU. Hari itu ternyata ada dua narasumber. Dokter dari Rumah Sakit Kardinah dan dari Yayaysan Kanker Indonesia.

Entah kenapa saat sang dokter presentasi sama sekali boring!!! Aku beberapa kali menguap dan melihat jam di hapeku. Setelah sang dokter selesai. waktunya perwakilan dari YPKI untuk presentasi. Mataku langsung melek! Bagaimana tidak belum apa - apa sudah di suguhi video tentang operasi di batok kepala! tentang operasi tumor otak! untungnya tidak terlalu keliahtan warna darahnya. Beberapa ibu - ibu bahkan menutup matanya. begitu pula mama yang langsung menundukkan kepala. Sedangkan aku malah melotot sambil makan cemilan yang …

Kenangan kebun Binatang

Semenjak TK aku tinggal bersama mama di Bandung, sedangkan ayah tinggal di Tegal. Kebetulan ayah orang tegal dan sedang studi di Semarang. Aku jarang sekali bertemu dengan mama. Mama bekerja sebagai buruh pabrik di sebuah pabrik garmen. Seingatku waktu TK aku hanya sesekali bertemu dengan Ayah saat kami ke Tegal. Mama selalu berangkat sehabis subuh dan pulang saat aku sudah terlelap tidur. Aku hanya bisa bertemu Mama saat hari Minggu itupu bila beliau tidak lembur.

Aku masih ingan Mama pernah menjanjikan akan mengajakku ke kebun binatang bila beliau gajian. Akhirnya saat yang aku tunggu datang. Aku, mama dan om ku yang kebetulan seumuran denganku pergi ke kebun binatang. Aku dan om ku sangat riang sekali. kami selalu bernyanyi saat di jalan. Kami pun sudah membeli bekal untuk dimakan di kebun binatang. Kata mama kalau beli disana harganya jauh lebih mahal.

Kami pun tiba di kebun binatang, aku sudah terkagum - kagum melihat banyaknya kuda yang berseliweran juga delman. Mama bilang nant…

Belajar dari Hasan dan Husen part II

Waktu itu saya masih bersantai di kost. Tiba - tiba HP bunyi ternyata sms dari mama ku tersayang
"the, Hasan mau ke karyadi besok. Kosongin jadwal ya temenin om sama bu lik mu cuman sehari. Hasan di vonis buta di kardinah"
Jeger!!!! berasa ada petir di sore hari! Hasan buta???? Saya pun langsung telp mama mengkonfirmasi sms mama. Mama cerita kalau mata sebelah kanan tumbuh daging. Memang sech mata Hasan sipit sebelah. Tapi serius kami tidak pernah menyangka bakalan kayak gini.

Keesokan harinya saya benar-benar mengosongkan jadwal. Untung saya ga da jadwal ngajar. Omku sudah sms kasih kabar kalo dia sudah sampai di Karyadi. Saya pun menyusul kesana. secepat kilat saya berusaha ke bangsal mata. Bertemu dengan bu likku dan ibunya yang datang dari Ungaran. Saya kaget waktu melihat kondisi Hasan.Ya Allah!! betapa dia merasa kesakitan. Pasti kesakita! Saya pengin nangis tapi rasanya tidak pantas menangis di depan Bu likku. Saya hanya membantu seadanya membawakan barang2 yang harus…

Apa yang harus aku lakukan??

apa yang harus aku lakukan saat tak bisa lagi merangkai kata?
apa yang harus aku lakukan saat tanganku kelu mengeja kata?

tak bolehkah merangkai kata tentangmu?
tak bolehkan menyimpan kenangan tentangmu dalam rangkaian kata?

aku tak bisa merangkai kata romantis, tapi paling tidak semua tentangmu ada disana.

aku tak bisa memutar kembali waktu, dan itu pun sangat percuma.

aku bahagia dengan semua yang telah terjadi.

aku sungguh tidak pernah menyesal pernah menaruh hati padamu.

aku sungguh tidak menyesal tidak mendobrak dinding itu.

aku sungguh buta tentang perasaanmu, tapi aku cukup berterima kasih.

terima kasih sekali lagi melindungiku dari rasa sakit yang mungkin akan terjadi bila kita mencoba.

biarkan cerita tentang kita tersembunyi di sudut hati yang tidak akan terjamah.

sungguh aku selalu berdoa untuk segala kebahagiaanmu..

Belajar dari Hasan dan Husen part I

Saya belajar dari Hasan dan Husen tentang bagaimana mereka bertahan. Bagaimana tidak? Mereka lahir ke dunia dengan penuh tantangan dan cobaan. Mereka mungkin di kirimkan oleh Allah sebagai penyambung lidah ayah dan ibunya. Tak perlulah saya tulis disini masalahnya. Kehadiran mereka benar - benar di luar rencana, dan siapa sangka bahwa ternyata dalam rahim tanteku ada dua janin. Setelah di usut memang ada keturunan kembar dari pihak mbahku.

Kehamilan yang seharusnya menjadi hal terindah bagi para ibu, nyatanya berbanding terbalik bagi tanteku. masalah yang terus menghantam seakan menggempur pertahanan keluarga kami. Memang benar bila ada yang bilang orang hamil tidak boleh banyak tekanan karena mempengaruhi janinnya.

Akhirnya pada usia kandungan tujuh bulan, kedua bayi itu keluar dari rahim ibunya. Hasan kurang lebih 800 gram sedangkan jusein 1600 gram. Bayi mungil itu pun harus di inkubator. Mereka sempat terpisah. satu ada di rumah sakit dokter bambang dan satu nya ada di rumah sakit…

Aku yang merindu

Sekarang aku benar - benar merindukan kebebasanku. Aku merindukan bisa duduk asyik di depan nety sepanjang hari. aku benar - benar rindu masa itu. Bodohnya, kenapa dulu aku tidak bisa memaksimalkan dalam berkarya. aku hany menganggap sambil lalu. sekarang, saat waktu mulai menghimpitku, aku baru tersadar betapa aku rindu belajar menulis. betapa aku ingin sekali ikut semua event.betapa aku rindu perasaan deg - degan menanti pengumuman. aku rindu itu.

Sekarang pun aku sedang mencari cela. Sengaja aku menyediakan buku tulis, agar aku bisa tetep belajar menulis dan mengejar DL. Tak apalah bila harus dua kali kerja. Toh yang penting aku bisa ikut sebuah event.Aah! betapa berharganya waktu. saat luang pun harus harus bertarung antara kantuk karena kelelahan dan keinginan untuk menulis. Terkadang mereka saling mengalahkan.

Aku semakin merasa merindukan kebebasanku saat mulai mengenal perpustakaan di Tegal. betapa aingin sekali aku merasakan membaca disana seharian. tempat yang sangat bagus u…