Posts

Showing posts from October, 2013

Serabutan atau Multitalenta?

Sebelum posting mau beberes blog dulu ah..berdebu udah lama ga di beresin hwakakka..kayak kamarku tuch gudang ding bukan kamar hwalakak.
Hampir tiga bulan ini berkutat dengan tugas dari kelurahan yang tidak berujung. Tugasnya kelihatannya gampang cuman entry profil KK di satu kelurahan Tapi bos! Kelurahan itu khan terdiri dari puluhan RT ya..hadeuhh..memang sech ada yang bantuin juga bukan aku tok, tapi kadang lama - lama suka bosen apalagi kalau misalkan websitenya error..mati gaya dah..
Rupa - rupanya kelurahan mulai ketagihan dech ma aku hwakakka...ternyata aku juga di ikutsertakan di program pusbintu dan terakhir malah nginep di hotel Rietz buat seminar tentang kesehatan reproduksi remaja. Liputannya menyusul ya..padahal yang pusbintu udah berbulan - bulan dech tapi gimana ya tiap kali online kayaknya yang terbayang ya ngentry itu hehehhe.
Kadang emak suka bilang "kamu itu bukan pegawai tapi sibuknya kayak pegawai tapi serabutan" eh kalau kata temenku "kamu bukan se…

Berjuang atau Menyerah?

day #5 : Resensi : Kembar Keempat

Image

day #3 Resensi : Temui Aku di Surga

Image

Ngebolang Semarang #2 : Soto Surabaya

Image

day #2 : Resensi : Rainbow akan selalu ada kesempatan kedua

Image
Saat membaca novel ini langsung iri dengan keromantisan pasangan akna dan Keisha. Pasangan muda yang baru menginjak usia pernikahan yang pertama. Sayangnya keromantisan itu hanya bertahan beberapa halaman saja. Karena kecelakaan yang menimpa Akna menjungkir balikan kehidupan mereka berdua. Emosi terus saja di permainkan setelah kecelakaan itu terjadi. Akna yang harus menjalani amputasi kaki seakan – akan hanya dirilah manusia yang paling lemah. Keegoisan seorang lelaki yang harusnya menjadi tumpuan istrinya, ini malah ia menjadi beban bagi Keisha. Akna tidak bisa menerima dan berubah menjadi monster yang mematikan. Disisi lain Keisha terus berusaha bangkit dan bekerja lebih keras agar roda perekonomian keluarga terus berjalan. Konflik sesungguhnya mulai terjadi. Suasana rumah yang dingin tanpa komunikasi membuat bom waktu mulai meledak. Hingga membuat Keisha memutuskan pergi dari rumah karena perbuatan Akna yang menyiksa batinnya dan harga dirinya sebagai perempuan. Disini emosi saya s…