Innalillahi Selamat Jalan Calista

Innalillahi Selamat Jalan Calista

Hari ini saya menangis mendengar berita tentang meninggalnya seorang balita berusia 15 bulan yang di duga dianiaya oleh ibu kandungnya.

Ada apa dengan hati seorang ibu?

Mari kita coba untuk melihat kebelakang, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa berubah menjadi monster pembunuh bagi anak anaknya.

Luapan emosi yang tak terkendali
Tak ada dukungan dari keluarga
Ketidakpedulian lingkungan
Pondasi agama yang mungkin kurang..

Saat tak ada lagi keseimbangan dalam rumah tangga dan semua menjadi beban sang ibu.
Tak ada lagi ruang untuk bernafas sehingga tangisan anak anak bisa menjadi sebuah alasan untuk pelampiasan.

Jadi sungguh kita benar benar dalam keadaan gawat darurat parenting.
Rasanya parenting itu bukan diberikan saat seorang perempuan menjadi ibu. Tapi justru harus dicontohkan sedini mungkin. Bagaimana seharusnya menjadi sosok seorang ibu?
Bagaimana seharusnya menjadi sosok seorang ayah?
Semuanya menjadi sebuah lingkaran yang tak berujung.

Dear bunda..
Sungguh anak anakmu tak bisa hidup tanpa kasih sayangmu..
Sungguh betapa mulia status seorang ibu..bahkan segala ucapan yang keluar dari mulutmu adalah sebuah doa keramat bagi anak anakmu.
Saat bebanmu terasa berat..take your time bunda...
Jangan pernah berada dalam satu ruangan dengan ananda yang sedang menangis saat emosimu mulai penuh.
Beristighfarlah sebanyak yang kau bisa..
Tariklah nafasmu sedalam mungkin..
Berwudhulah agar padam amarahmu..
Guyurlah badanmu berharap api amarahmu akan padam..
Jangan sampai Amarahmu membuatmu menyesal seumur hidup.
Jika reda..peluklah anak anak kita dengan cinta..peluklah..peluk..

 Dear ayah...
Pasti berat memikul tanggung jawab mencari nafkah bagi keluargamu.
Pasti berat karena uang yang kau kumpulkan tak kunjung cukup..
Pasti berat dengan kebutuhan yang tak kunjung selesai..
Pasti ingin rasanya pulang ke rumah dan beristirahat sejenak..
Tapi ayah...tolong jangan marah dulu saat anandamu merengek ingin bermain denganmu..
Jangan marah bila istrimu meminta waktu sekedar mendengar keluh kesahnya seharian mengurus buah cinta kalian.
Jika hari ayah berat...tariklah nafas dan manfaatkan waktu sejenak untuk masuk ke dalam goa mu.
Tenangkan sejenak..ambil air wudhu atau mandi segarkan badanmu...
Karena jangan sampai amarahmu akan menjadi malapetaka bagi keluarga..

Save anak anak kita dari kekerasan..
Jangan sampai ada calista selanjutnya..
Pun tugas kita sebagai masyarakat untuk terus menjaga anak - anak yang berada di sekitar kita.
Mari kita siapkan anak - anak kita menjadi orang tua yang jauh lebih baik dari kita.
Karena keberhasilan kita sebagai orang tua adalah saat mampu menjadikan anak anak kita kelak menjadi orang tua yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.


Comments

  1. Aku juga sedih banget pas baca berita ini, rasanya gak tega bayi malang harus meninggal karena ibunya.

    ReplyDelete
  2. Duh sedih banget, semoga bayi Calista tenang di alam sana.

    ReplyDelete
  3. Ya Allah, semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Semoga bayi Calista tenang di sana.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

Popular posts from this blog

Prosesi Pernikahan Adat Pinggiran Tegal

Cerita Tentang weton