Hadis ke 15 : Tanda - Tanda Orang Beriman




          Assalamualaikum wr.wb
          Alhamdulillah akhirnya bisa menulis lagi di blog setelah hiatus dengan mood yang naik turun. Kali ini mau share salah satu kegiatanku sebagai kader pkk yaitu mengikuti Pengajian Lansia yang di selenggarkan POKJA I PKK Kota Tegal Setiap bulannya. Namanya pengajian lansia tapi yang lumayan sebenarnya masih belum lansia. Dan tentu saja saya jadi peserta yang paling muda hehehe. Pengajian Lansia bulanan kali ini mengkaji Kitab Arbain Nawawiyah. Sehabis mengkaji satu bab akan di lanjut dengan materi lain dari ustadz dan ustadzah dari kemenag. Karena kebetulan ustadz Hadi sedang menjalan Haji sudah hampir dua kali pengajian lansia di iisi oleh Ustadzah Hindun.

Hadis ke -15


Dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW Bersabda :
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah dia memuliakan tamu nya (HR.Bukhari)

          Ustadzah Hidun menjelaskan bahwa hadis ini menerangkan tiga tanda – tanda orang yang beriman yaitu Selalu berkata baik atau diam, menghormati tetangga dan memuliakan tamunya.

 

Berkata Baik atau Diam


          Saat ini jari jemari menjadi perwakilan dari mulut kita. Adanya social media membuat banyak orang semakin bebas dalam berekspresi. Namun kita harus tetap berhati – hati dan bijaksana dalam menggunakan social media. Harus bijak pula menanggapi suatu berita. Hal yang jamak terjadi adalah agar terlihat keren dan update menshare berita ke semua grup wa yang di punya. Padahal berita tersebut belum tentu benar adanya. Jadi teramat penting untuk selalu menjaga apa yang kita tulis dan kita ucapkan. Alih – alih membuat suasana keruh dan panas akan lebih baik bila kita diam bila bukan ahlinya.

Menghormati Tetangga


          Berkaitan dengan hadis di atas, Ustadzah Hindun memberikan materi yang masih berkaitan dengan tetangga. Salah satunya pernyataan Aisyah RA tentang tetangga. Suatu ketika Aisyah bertanya kepada Rasulullah : “ Wahai Rasulullah aku memiliki dua tetangga, manakah yang aku beri hadiah?” Nabi Menjawab :”yang pintunya paling dekat dengan rumahmu “ (HR. BUkhari)
          Ada banyak hadis yang menegaskan betapa pentingnya menghormati tetangga. Baik itu tetangga muslim maupun non muslim. Masing – masing memiliki hak yang berbeda.
          Tetangga yang memiliki tiga hak dari kita adalah tetangga yang sekaligus saudara. Karena banyaki pula keluarga besar yang tinggal dalam satu lingkungan RT. Kalau tetangga kita adalah saudara maka ia memiliki tiga hak. Ia memiliki hak ikatan saudara, hak sebagai muslim dan hak sebagai tetangga.
          Tetangga yang memiliki dua hak yaitu tetangga yang beragama islam. Ia memiliki hak sebagai sesame muslim dan juga hak Tetangga.

          Yang terakhir adalah Tetangga yang hanya memliki satu hak. Yaitu tetangga non muslim. Ia memiliki hak tinggal dan berinteraksi dengan kita.

Hak – Hak Tetangga

         

          Dalam sebuah hadis di sebutkan “Tsauban meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya jika seorang mukmin menjenguk saudaranya, maka ia berada di dalam Khurfatul Jannah. Ada yang bertanya , apa itu Khurfatul Jannah, Ya Rasulullah? Beliau SAW menjawab kebun – kebun surga yang sedang berbuah lebat “ (HR.Muslim)
          Saat menjenguk tetangga yang sedang sakit, sikap yang kita lakukan sebaiknya adalah membawakan makanan yang b oleh dimakan oleh si sakit atau keluarganya. Menghibur si sakit dan keluarganya serta mendoakannya



          Jika ada tetangga yang meninggal, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk datang takziyah ke rumahnya. Di sana yang harus kita lakukan adalah mendoakan jkenazah agar dimudahkan dan di selamatkan dari siksa kubur. Mendoakan dan menghibur keluarga yang ditinggalkan. Selain itu jangan mengumbar aib jenazah, mensholatkan jenazah dan menyelesaikan hutang – hutangnya (jika tidak mampu) dan mengantarkan sampai ke liang lahat


          Pastikan tetangga memberikan izin kepada kita untuk bertransakasi dengannya, dan lebi baik lagi bila ada saksi. Jangan sampai ada perselisihan yang menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Alangkah lebih baik juga bila kita membantu tetangga kita dalam mencari rejeki. Misal ada tetangga yang anak – anaknya banyak dan kurang mampu lantas ia berjaulan, maka beli lah dagangannya selama daganganya halal. Agar tetangga kita merasa terbantu


          Ibaratnya, jika kita tak ingin dikejar anjing, maka jangan pernah berusaha memukulnya. Karena ada hadits yang menyebutkan “ Tidak akan masuk surga siapapun yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya!” (HR. Muslim).



          “janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunannya sehingga menutuoi kelancaran angin baginya” (HR. Thabrani).
          Tentu berbeda kasusnya tapi kayaknya sering terjadi. Ada yang menganggap sepele. Contohnya bikin kandang peliharaan tepat di jendela kamar tetangga sehingga saat jendela terbuka tercium bau kandang. Padahal niatnya tentu agar kamar sirkulasi udaranya lancar. Sepele tapi menyiksa orang lain.


“Dengar dan taatilah, meski kalian dipimpin oleh seorang budak. Jika kalian memasak, maka perbanyaklah kuahnya lalu perhatikan tetanggamu, dan berikanlah padanya dengan cara yang baik” (HR Bukhari dan Muslim)
          Misal kita ada pengajian, ada baiknya bia membuat lebih nasi kotak atau snacknya agar tetangga pun bisa merasakannya. Bukan sisa!tapi sengaja melebihkan untuk dibagikan kepada tetangga.
          
          Jangan sampai kita bersedekah kepada yang jauh tetapi tetangga sendiri ada yang kelaparan, ada yang putus sekolah karena biaya. Ada baiknya bila memang akan bersedekah tengoklah kanan dan kiri tetangga kita. Karena sedekah selain menjadi tabungan akhirat, tapi bisa mempererat hubungan kekeluargaan dengan tetangga kita.

Memuliakan Tamu


                Tanda – tanda orang beriman ketiga adalah Memuliakan tamu. Terkadang kita suka melupakan adab – adab dalam bertamu sehingga membuat tuan rumah sangat tidak nyaman. Apabila tuan rumah memang tidak bisa melayani secara maksimal karena suatu hal akan lebih baik bila kita sadara diri dan pulang. Tetapi bila kita tuan rumah tidak ada udzur dalam menerima tanu, alangkah baiknya bila kita memuliakan tamu yang datang. Bisa dengan cara menyuguhkan minuman dan lain sebagainya.

          Itulah tadi materi yang diberikan oleh Ustadzah Hindun di pengajian lansia POKJA I PKK Kota Tegal hadis ke 15 : Tanda – tanda Orang Beriman . Insya Allah akan menjadi konten tetap di sini. Karena siapa tahu ada yang membutuhkan dan sebagai self reminder juga agar tidak lupa dan meninggalkan jejak bahwa PKK bukan sekedar arisan, tapi juga menambah ilmu akhirat juga. Mudah – mudahan bisa bermanfaat.
          Wassalamualaikum wr.wb
               


Comments

Popular posts from this blog

Prosesi Pernikahan Adat Pinggiran Tegal

Cerita Tentang weton