Penyesalan Terbesar Sepanjang Hidup


Sebenarnya kalau di tanya tentang penyesalan, saya suka agak ragu buat menjawab. Kenapa?takut kalau nantinya jadi lupa bersyukur dengan kondisi yang sekarang. Tapi juga ga ada salahnya melihat spion kehidupan karena sapa tahu kelak bisa ada yang tertolong dengan segala kesalahan yang pernah saya buat di masa lalu.

Ada beberapa penyesalan yang saya cerita  secara gamblang, tapi ada juga mungkin yang hanya tersirat. Tapi mudah - mudahan akan ada meaning saat membaca cerita ini.
Penyesalan pertama saya adalah Tidak Bisa Menabung. Ini yang saya sesalkan sampai sekarang. Sedari kecil saya sadar kalau orang tua juga kurang mengajari bagaimana mengatur keuangan. Bagaimana cara menabung dan alasan kenapa menabung.

Saya bisa menabung itu justru saat kuliah dan dibantu oleh teman. Jadilah punya hp yang keren pada masa itu.
Tapi setelah lulus bubar semua dah tabungan.
Karena saya tidak bisa menabung menyebabkan ada beberapa hutang yang harus saya lunasi karena keteledoran saya dalam mengelola keuangan.
Apalagi saya pun masih keukeuh berusahan untuk tidak bekerja melainkan wiraswasta. Boleh judge saya kok!monggo silahkan karena toh itu sudah terjadi.
Pada akhirnya karena hal ini saya pun mulai mengajarkan umar untuk menabung dan bersabar. Bersabar akan semua keinginan dan bersabar dalam mengeluarkan uang.
Kadang sering saya menyesali cobalah dulu saya bisa mengerem dan bersabar mungkin saya tidak perlu kesusahan seperti sekarang.

Tapi anggap saja penyesalan jadi campuk untuk lebih baik lagi dan lagi.
Jadi buat kamu singlelillah akhwat atau ikhwan, cewe atau cowo mulai dari sekarang siapin tabungan sebanyak mungkin. Apalagi buat kamu para calon suami yang mau ga mau harus menyiapkan tempat tinggal setelag akad nikah. Entah rumah sendiri atau pun kontrak. Jadikan istrimu ratu yang sebenarnya di istanamu.
Persiapkan juga segala tetek bengek tentang persiapan anak.
Susah sekarang ga bisa ikutin gaya hidup teman - teman tapi insya Allah ringan ke depannya. Jangan sampai ngos - ngosan kayak saya hehehe. Tuh kan kegagalan seseorang bisa menjadi pelajaran juga kan.
Jadi intinya adalah cobalah untuk meniru nabi Yusuf bersusah payah selama tujuh tahun untuk menghadapi paceklik selama tujuh tahun. Jadi mumpung masih muda kerja keras dan saving! Karena kita ga akan pernah tahu apa yang terjadi ke depannya.

Tentang Pernikahan
Insya Allah saya mensyukuri pernikahan yang saya jalani. Saya bersyukur memiliki suami dan anak sehat dan menerima segala kelebihan dan kekurangan. Apa yang saya tulis ini hanya berharap mudah - mudahan bisa memberikan manfaat. Dan berharap tidak akan ada yang terperosok dalam penyesalan pernikahan.
Salah satu hal yang paling penting dalam proses taaruf atau perkenalan adalah kesamaan visi dan misi dalam satu keluarga dan juga kesetaraaan atau bisa dibilang satu kufu.

Jangan karena cinta,jangan karena terlalu lelah dengan pertanyaan "kapan menikah?"
Pun tak ada salahnya bila kita dikenalkan dengan seseorang oleh keluarga dan teman. Toh jalan jodoh tidak pernah ada yang tahu. Hal yang paling penting yang harus dibicarakan adalah visi dan misi keluarga ke depan. Suami adalah pemimpin dan istri adalag makmumnya. Carilah seseorang yang bisa membuatmu manjadi makmum yang baik. Dan buat lelaki jadilah seseorang yang dapat di taati dan dipatuhi oleh istri.
Kalau mau di runut tentu masih banyak penyesalan yang lain. Tapi takutnya malah jadi kufur nikmat.

Mudah - mudahan ada yang bisa diambil hikmahnya dari apa yang saya tulis hari ini.

Comments

Popular posts from this blog

Prosesi Pernikahan Adat Pinggiran Tegal

Cerita Tentang weton