Cara Sikat Gigi Saat Ramadhan


    Salah satu hal yang mungkin banyak orang sering bingung adalah tentang urusan sikat gigi saat puasa. Apalagi bagi orang yang tidak ingin memiliki bau mulut saat berpuasa karena pekerjaannya yang mungkin sering berhadapan dengan public. Nah, sayangnya sikat gigi ini bila kita ceroboh bisa membuat puasa kita menjadi makruh bahkan ada juga yang menyebutkan batal puasanya. Pasti ga kepengin kan pusa kita seharian ternyata batal karena hal sepele yang kita tidak mengerti padahal bisa juga kita mencari tahu. Apalagi sekarang ini sudah banyak kajian secara online yang tersebar di dunia maya. Bahkan blog pun bisa menjadi ajang dakwah. Salah satu hal yang harus kita mengerti saat bulan Ramadhan ini adalah bagaimana cara sikat gigi saat Ramadhan. Apakah sama seprti hari biasa ataukah memiliki perbedaan?


    Setahun yang lalu saya pernah mendengarkan ceramah di kuliah subuh tentang hal ini. Ada beberapa alasan kenapa sikat gigi bisa membatalkan puasa. Salah satu alasan batalnya puasa adalah bila kita memasukkan sesuatu ke dalam mulut. Kegiatan menyikat gigi juga hampir sama dengan yang disebutkan tadi. Yaitu memasukkan sesuatu ke dalam mulut kita. Yang meskipun kita akan memuntahkannya, tapi pasti ada kemungkinan akan tertelan sedikit.   Oleh karena itu ada beberapa ustad yang menyarankan agar melakukan sikat gigi sebelum imsak atau sebelum jam tujuh pagi masuk waktu dhuha. Saya agak lupa juga alasannya.

    Ada juga pendapat lain tentang cara sikat gigi saat Ramadhan dari ustadzah Halimah Alaydruz. Kebetulan di channel Telegramnya membahas tentang hal ini. menurut Ustadzah Halimah Alaydruz bila kita bersikat gigi dalam kondisi sikat gigi kering dan tanpa pasta gigi, maka dihukumi seperti bersiwak. Dan hukumnya adalah sunnah sebelum masuk Dzuhur dan makruh sesudahnya.Itu lah hal yang disampaikan oleh para sahabat mengenai bersiwaknya Nabi Muhammad SAW di saat beliau sedang berpuasa. Sedangkan bila kita bersikat gigi dengan menggunakan pasta gigi, itu sama saja dengan memasukkan sesuatu yang ada rasanya ke dalam mulut kita. Dan hukumnya makruh sejak terdengar Adzan Subuh.

baca Juga : Tiga Golongan Rawan Puasa Tidak Sah

    Untuk Hukum Bersikat gigi saat berpuasa memang tidak boleh sembarangan ya. Ada baiknya bila menanyakan langsung kepada ustadzah atau ustadz yang membimbing taklim teman – teman supaya lebih mantap. Karena mungkin tiap guru memiliki dasar yang berbeda – beda. Karena ilmu fiqih memang luas sekali ya. Jadi untuk cara bersikat gigi saat puasa ada baiknya bila memang dilakukan segera setelah melakukan sahur. Supaya menjaga sah atau tidaknya puasa kita. Karena rawan urusan memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
    Perihal bau mulut yang disebabkan karena berpuasa itu adalah fitrahnya orang berpuasa. Bila khawatir menggangu bisa menggunakan masker atau meminimalisir dengan makanan saat sahur ataupun berbuka. Dan bisa juga menambah berkumur dengan pembersih mulut bsiar seger juga.
    Saat bulan Ramadhan meskipun tidak bisa menyikat gigi secara bebas, tapi jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut ya. caranya dengan segera sikat gigi saat sahur dan saat akan tidur. Sehingga kebersihan gigi akan tetap terjamin.
    Mudah – mudahan informasi tentang cara bersikat gigi saat Bulan Ramadhan bisa menambah informasi dan khasanah ilmu tentang Ramdahan. Btw udah hampir masuk sepuluh hari Ramadahan tapi belum post kuliah subuh juga *lalu curhat. Selamat menunaikan Ibadah puasa yang teman, mudah – mudahan udah ga khawatir lagi tentang sikat gigi saat berpuasa ya.

Comments

Popular posts from this blog

Prosesi Pernikahan Adat Pinggiran Tegal

Cerita Tentang weton