Nyadran, Sebuah Tradisi Lebaran di Tegal


    Buat orang Tegal atau pun yang menikah dengan orang Tegal, tentu tidak asing dengan Nyadran. Nyadran, Sebuah Tradisi Lebaran di Tegal yang sampai sekarang masih terus ada. Di beberapa wilayah, nyadran ini adalah ziarah ke kuburan sebelum bulan Ramadhan. Sedangkan di Tegal, Nyadran ini adalah ajang silaturahmi ke sesepuh keluarga. Bisa orang tua, pak dhe, budhe, mbah, tante dan om. Ada cerita tentang awal mula adanya nyadran di Tegal. Sudah pernah saya tulis juga di blog. Cek di bawah ya link nya.


    Sayangnya, terkadang nyadran ini jadi persoalan sendiri bagi sebuah keluarga. Dan bahkan tidak jarang suami istri bisa ribut karena nyadran. Apa masalahnya? Salah satu sebabnya adalah persoalan biaya. Idealnya, nyadran itu ya yang dibawa ya Gula, Teh, dan cemilan ringan. Katakanlah menyediakan budget satu paket seharga 20 ribu rupiah, bila ada 40 keluarga yang akan dikunjungi, maka tentu biaya akan menjadi 800 ribu rupiah hanya untuk nyadran. Bagi sebagian orang yang tidak memiliki THR seperti pegawai atau PNS tentu akan terasa sangat berat. Itulah kenapa bila tidak di siapkan pelan – pelan jauh hari, akan menggangu ibadah puasa kita.
Baca Juga : Tips Tunjangan Hari Raya ala Ibu Rumah Tangga

    Bisa ga silaturahmi ga usah pake bawa gula teh dan lain lain? Biasa saja kalau memang tidak ada biaya dan ingin sekali menyambung silaturahmi. Karena sebenarnya nyadran sendiri mulai terjadi salah kaprah. Sekarang ini banyak yang hanya setor muka dan setor buah tangan tanpa meluangkan waktu sejenak untuk mengobrol.  Karena sejujurnya terkadang kalau bukan pas momen lebaran, kadang kita suka susah untuk bersilaturahmi.

    Jadi memang perlu ada kemakluman sebagai sesepuh bila ada yang ingin bersilaturahmi akan tetapi tanpa buah tangan. Sayangnya ada juga di sini yang kadang malah jadi nyinyiran di belakang. Sehingga akan merusak Susana idul fitri.
    Tradisi Lebaran di Tegal ini, sebenarnya sesuatu yang bagus untuk menyembung silaturahmi dan mengikat kekeluargaan makin erat. Lebih personal berbincang mengenai kabar masing – masing. Kalau di keluarga besar saya sendiri ada beberapa tradisi lebaran yang biasanya kami lakukan di hari pertama selain makan siang bersama yaitu Nyadran bareng. Biasanya nyadran bareng ini di lakukan pas malam hari Lebaran. Kami akan bersilaturahmi ke rumah pakdhe yang sudah wafat dan bersilaturahmi dengan budhe dan pulangnya mampir ke bu lik lainnya. Biasanya selain yang muda juga, ada lik (tante) dan um (om) yang ikut bersilaturahmi karena lebih muda dari budhe. Jangan di tanya ramenya ya. Karena kalau sudah kumpul bareng dan ketawa bareng jadi hilang itu beban biaya lebaran yang kadang susah di prediksi.
    Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan sebuah tradisi, karena menyambung silaturahmi adalah sesuatu yang baik dan bahkan dapat memperlancar rejeki dan umur panjang. Tinggal bagaimana kita mengakali dan menyiapkan segala sesuatunya di jauh – jauh hari.
    Buat kamu yang masih jomblo dan baca tulisan ini, hati – hati bila dapat orang Tegal yak arena tradisi ini kadang bikin shock kalau belum di siapkan hehehe. Buat kalian orang Tegal yang akan menikah, jangan lupa siapkan pos anggaran lebaran untuk nyadran. Agar Nyadran, sebuah tradisi Lebaran di Tegal ini bisa terus berjalan dengan hati yang bersih dan juga nyaman. Walau telat Selamat Hari Raya Idul Fitri buat teman – teman pembaca setia www.widhie.com.

Comments

  1. Itu tradisinya beda sama halal bihalal biasa ya Mbak. Harus membawa gula dan lainnya

    ReplyDelete
  2. Wah saya baru tahu nih sama tradisi yang ada di Tegal ini. Berbeda dengan saya hehe

    ReplyDelete
  3. Nah, kalau nggak bawa gitu Mbak gimana? Kan kalau biasanya memang nggak usah bawa apa"

    ReplyDelete
  4. Wah bener banget tuh Mbak. Memang biasanya sulit untuk bertemu seperti itu kalau nggak waktu hari raya

    ReplyDelete
  5. Wah terima kasih atas informasinya Mbak, saya jadi tahu tradisi di Tegal

    ReplyDelete

Post a Comment

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

Popular posts from this blog

Prosesi Pernikahan Adat Pinggiran Tegal

Cerita Tentang weton