Wednesday, 9 July 2014

Kuliah Subuh : Syech Abdul Qodir Jaelani





            Assalamualaikum. Wr.wb
            Agak telat sech postingan kuliah subuhnya. Kebetulan kuliah subuh kali ini (4/7/2014) di isi oleh ust.Yasin. beliau ini adalah kapala sekolah Madrasah Wustho Al-Banin. Beliau juga mengisi kuliah subuh di Ramadahan tahun lalu.
            Kali ini belia bercerita tentang kisah hidup Syech Abdul Qodir jaelani. Salah seorang wali Allah. Kisah ini merupakan terjemahan dari manaqiban yang biasa di laksanakan di masjid Baitus Sholihin. Manaqiban memang hanya di lakukan oleh Ormas Islam NU.
            Kenapa Rasulullah sukses menyiarkan agama Islam? Karena dalam Al-quran terdapat beberapa kisah pendahulunya. Seseorang yang suka dengan sejarah maka hidupnya akan menjadi bijaksana.
            Syech Abdul Qodil Jaelani bila di runut nasabnya maka aka nada di Ali bin abi tholib dan Fatimah Azzahra. Fatimah Azzahra tidak lain adalah putrid kesayangan Rasulullah SAW. Jadi bisa di katakana bahwa beliau adalah cucu dari Rasulullah SAW.
            Syech Abdul Qodir Jaelani lahir di tanah Jaelani. Jadi Jaelani yang ada di nama belakangnya adalah nama sebuah tempat. Sedari kecil beliau di lindingi oleh Allah SWT. Setiap bulan suci Ramadhan datang Syech Abdul Qodir Jaelani tidak mau menyusui saat pagi hari. dan saat sore hari rumahnya penuh dengan orang –orang yang menanti buka puasa. Karena Syech Abdul Qodir Jaelani akan menyusu bila sudah waktunya buka puasa (Subhanallah…)
            Syech Abdul Qodir Jaelani menimba ilmu di berbagai tempat. Beliau haus akan ilmu agama. Beliau juga ingin di akui sebagai santri oleh guru – gurunya dan mendapatkan barokah para ulama. Salah satu gurunya adalah Imam Abi Zakariya yang mengajarkan tentang tata krama beliau.
            Beliau semasa hidupnay sempat takut hidup di dunia. Pada akhirnya selama 25 tahun beliau hidup di hutan sendirian hanya beribadah kepada Allah. Beliau jarang tidur, kalaupun tidur hanya sedikit. Makanpun hanya menunggu buah – buahan yang jatuh.
            Pada suatu hari beliau keluar dari hutan. Dengan tampang yang seperti pengemis mencari makanan dari sisa orang lain. lalu ada seseorang yang kasian dan ingin memberikan sumbangan satu kantong uang. Tapi apa yang terjadi? Beliau hanya mengambil satu lembar uang untuk membeli roti. Karena beliau sangat lapar. Kalau sudah makan bisa beribadah lagi kepada Allah. Saat roti sudah siap, tiba – tiba ada sebuah kertas yang melayang dari atas jatuh tepat di hadapannya. Isinya adalah “syahwat hanya untuk orang yang lemah”. Syahwat itu bisa berarti rasa kepengin. Pengin ini pengin itu bukan hanya syahwat laki – laki dan perempuan. ternyata itu adalah surat dari Allah. Seketika itu beliau langsung memberikan rotinya ke orang lain dan beliau langsung beribadah kepada Allah. Sedangkan kita selalu makan dulu sebelum sholat..hmmm
            Suatu ketika syech Abdul Qodir di datangi oleh nabi Khidir. Nabi khidir membuat kontrak dengan syech Abdul Qodir Jaelani.
            “Jangan beranjak dari situ selama 30 tahun. Setiap tahun aku akan menengokmu”
            Perjanjian ini di sanggupi oleh syech Abdul. Sayangnya Allah memberikan cobaab yaitu selama satu malam keluar air mani sebanyak 40 kali! Padahal setiap keluar air mani harus mandi wajib. Karena tidak tahan akhirnya beliau berdzikir di atas genteng agar tidak tertidur dan tidak keluar air mani. Karena kalau tertidur akan jatuh. Akan tetapi perjanjian batal karena beliau berpindah tempat.
            Sebenarnya ada cerita sendiri tentang kisah nabi Idris tapi takut kepanjangan hehehe. Lain kali saja ya. maaf sebelumnya belum bsia konsisten ngepostnya ga kayak tahun kemaren yang rapi jail tiap hari posting. Mudah – mudahan postingan kali ini bermanfaat..terima kasih yang udah baca dan mau meninggalkan jejak.
            Wassalamualaikum.wr.wb

No comments:

Post a Comment

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

 

Sample text

Sample Text