Monday, 16 April 2018

Saat Kau Bimbang Istikharahlah





            Beberapa waktu yang lalu ada salah seorang teman yang sudah saya anggap sendiri bertandang ke rumah. Setelah urusan selesai tiba – tiba dia bercerita tentang kegalauannya menjelang pernikahan. Menurutnya dia galau apakah memang ini waktu yang tepat untuk menikah tahun ini. Ia bercerita kalau sering bertanya kepada pada ustadz tentang kegalauan yang ia rasakan. Urusan pernikahan memang bukanlah urusan yang main – main ya. tidak boleh ada keraguan. The problem is menjelang pernikahan justru makin banyak keraguan yang menghinggap di hati para calon pengantin.
            Sholat Istikharah menjadi salah satu jawaban dari segala kegundahan manusia. Dalam ceramahnya ustadzah Halimah Alaydruz mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata kepada para sahabat tidak pernah merugi orang yang melaksanakan Sholat Istikharah. Sholat Istikharah pun tidak hanya karena urusan jodoh, tapi urusan apapun yang berkenaan dengan kehidupan kita. Saat bingung pekerjaan manakah yang harus kita ambil, atau rumah mana yang harus kita ambil karena sama – sama menarik dan lain sebagainya. Tapi sayangnya umat islam terkadang lupa saat PILKADA tidak melaksanakan sholat Istikharah. Karena Allah mendesain kita untuk kembali bersandar dan berserah kepada Allah SWT.
            Sholat Istikharah pun sebenarnya sangat bisa dilakukan dalam hal memilih pemimpin sebuah daerah. Hal ini sebenarnya sangat penting karena memilih pemimpin bukan hal yang mudah. Kita harus memastikan kelak pemimpin tersebut akan melindungi dan memberikan manfaat bagi daerah yang kelak akan ia pimpin.

Apa itu Sholat Istikharah?

            Sholat Sunnah Istikharah adalah shalat yang dilakukan untuk memohon kepada Allah agar
 memberikan pilihan yang terbaik dari dua pilihan yang baik, atau menghilangkan keraguan hati dalam memilih diantara beberapa pilihan supaya tidak menyesal di kemudian hari. yang dimaksud istikharah ialah memohon kepada Allah, manakah yang terbaik dari urusan yang mesti dipilih salah satunya (Dahsyat Shalat Sunnah hal 172).

Waktu dan Tata Cara Mengerjakan Shalat Istikharah

                Ustadzah Halimah Alaydruz pernah menyampaikan bahwa Sholat Istikharah dilakukan sebanyak dua rakaat dan dilakukan sebelum tidur. Jadi usahakan memang dilakukan saat mulai mengantuk dan akan segera tidur. Karena tanda Istikharah bisa saja lewat mimpi atau mungkin kemantapan hati dan jalan keluarnya.
                Setelah sholat dua rakaat maka duduk dan berdoa kepada Allah SWT. Sebelumnya bersholawat dan beristighfar sebelum berdoa. Yang saya tunjukkan adalah doa yang ada di buku Dahsyatnya Sholat Sunnah halaman 174.


                Setelah baca doa tersebut bisa doa dengan bahasa kita sendiri contohnya saat galau memilih jodoh bisa di tambahkan “Ya Allah bila pernikahanku dengan si Fulan atau Fulanah baik bagiku bagi nya, baik bagi duniaku dunianya, baik bagi akhiratku dan akhiratnya, baik bagi keluargaku dan keluarganya, baik bagi lingkunganku dan lingkungannya maka mudahkanlah”.  Ini bisa jadi salah satu doanya. Jangan lupa untuk menyebut nama pilihannya ya mbak mas. Berdoalah sedetail mungkin karena pernikahan adalah sesuatu perkara yang sangat penting. Bahkan saya pernah diberi nasehat untuk terus Istikharah sampai menjelang akad nikah. Karena untuk menghindari godaan syaitan.
                Begitu pula dengan urusan yang lain. Misalnya untuk memilih pemimpin dalam pilkada pun harus seperti itu. Sebutkan saja siapa calon pemimpinnya. Dan berdoa siapakah yang bsia amanat dalam memimpin daerah tersebut. bayangkanlah kalau missal satu kota atau bahkan satu negara maka sepertinya tidak perlu lah adanya Politik Uang. Karena masyarakatnya menyerahkan segala urusan pemimpin kepada Allah SWT.
                Salah satu hal kenapa sholat Istikharah harus dilakukan karena sebagai manusia kita tidak akan pernah tahu hal yang ghaib. Karena memang sesungguhnya Manusia tidak di desain untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. kita tidak di ciptakan untuk mampu menyelesaikan masalah kita sendiri. Tapi kita di ciptakan oleh Allah SWT untuk berserah kepada Allah SWT dan mengembalikan segala urusan kepada Allah SWT.

                Mudah – mudahan postingan kali ini bisa bermanfaat buat teman – teman yang mungkin sedang bingung memilih jawaban untuk segala persoalan hidup. Mudah – mudahan yang lagi galau tentang jodohnya bisa segera mendapat jawabannya. Jadi Saat Kau Galau Sholat Istikharahlah

Sumber
1. Dahsyatnya Shalat Sunnah penerbit Zikrul
2. Ceramah Ustadzah Halimah Alaydruz

Monday, 26 March 2018

Innalillahi Selamat Jalan Calista

Innalillahi Selamat Jalan Calista

Hari ini saya menangis mendengar berita tentang meninggalnya seorang balita berusia 15 bulan yang di duga dianiaya oleh ibu kandungnya.

Ada apa dengan hati seorang ibu?

Mari kita coba untuk melihat kebelakang, apa yang menyebabkan seorang ibu bisa berubah menjadi monster pembunuh bagi anak anaknya.

Luapan emosi yang tak terkendali
Tak ada dukungan dari keluarga
Ketidakpedulian lingkungan
Pondasi agama yang mungkin kurang..

Saat tak ada lagi keseimbangan dalam rumah tangga dan semua menjadi beban sang ibu.
Tak ada lagi ruang untuk bernafas sehingga tangisan anak anak bisa menjadi sebuah alasan untuk pelampiasan.

Jadi sungguh kita benar benar dalam keadaan gawat darurat parenting.
Rasanya parenting itu bukan diberikan saat seorang perempuan menjadi ibu. Tapi justru harus dicontohkan sedini mungkin. Bagaimana seharusnya menjadi sosok seorang ibu?
Bagaimana seharusnya menjadi sosok seorang ayah?
Semuanya menjadi sebuah lingkaran yang tak berujung.

Dear bunda..
Sungguh anak anakmu tak bisa hidup tanpa kasih sayangmu..
Sungguh betapa mulia status seorang ibu..bahkan segala ucapan yang keluar dari mulutmu adalah sebuah doa keramat bagi anak anakmu.
Saat bebanmu terasa berat..take your time bunda...
Jangan pernah berada dalam satu ruangan dengan ananda yang sedang menangis saat emosimu mulai penuh.
Beristighfarlah sebanyak yang kau bisa..
Tariklah nafasmu sedalam mungkin..
Berwudhulah agar padam amarahmu..
Guyurlah badanmu berharap api amarahmu akan padam..
Jangan sampai Amarahmu membuatmu menyesal seumur hidup.
Jika reda..peluklah anak anak kita dengan cinta..peluklah..peluk..

 Dear ayah...
Pasti berat memikul tanggung jawab mencari nafkah bagi keluargamu.
Pasti berat karena uang yang kau kumpulkan tak kunjung cukup..
Pasti berat dengan kebutuhan yang tak kunjung selesai..
Pasti ingin rasanya pulang ke rumah dan beristirahat sejenak..
Tapi ayah...tolong jangan marah dulu saat anandamu merengek ingin bermain denganmu..
Jangan marah bila istrimu meminta waktu sekedar mendengar keluh kesahnya seharian mengurus buah cinta kalian.
Jika hari ayah berat...tariklah nafas dan manfaatkan waktu sejenak untuk masuk ke dalam goa mu.
Tenangkan sejenak..ambil air wudhu atau mandi segarkan badanmu...
Karena jangan sampai amarahmu akan menjadi malapetaka bagi keluarga..

Save anak anak kita dari kekerasan..
Jangan sampai ada calista selanjutnya..
Pun tugas kita sebagai masyarakat untuk terus menjaga anak - anak yang berada di sekitar kita.
Mari kita siapkan anak - anak kita menjadi orang tua yang jauh lebih baik dari kita.
Karena keberhasilan kita sebagai orang tua adalah saat mampu menjadikan anak anak kita kelak menjadi orang tua yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.


Wednesday, 21 March 2018

Amalan - Amalan di Bulan Rajab



Merinding rasanya menulis postingan Amalan – Amalan di Bulan Rajab karena itu tandanya semakin dekat dengan bulan yang penuh kemuliaan yaitu bulan Ramadhan. Ada yang mengatakan bahwa bulan Rajab adalah bulan pembersihan diri untuk bersiap menghadapi bulan Ramadhan. Saya juga pernah membaca postingan di IG @putriamalliyah tentang Bulan Rajab yang disampaikan oleh ustadzah Halimah Alaydruz.
            Ada empat bulan mulia dan berada di tiga bulan berturut – turut dan salah satunya adalah bulan Rajab. Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bulan dimana sudah begitu dekat dengan bulan Ramadhan. Bulan Rajab pun diperumpamakan dengan bulan untuk menanam. Banyak para ulama yang menganalogikan menanam karena bulan untuk menanamkan kebiasan baru saat Ramadhan. Misalnya mulai dibiasakan lagi baca Al- Alquran secara intens, atau mulai untuk belajar puasa sunnah agar tidak kaget saat bulan Ramadhan datang.
            Bulan Rajab pun disebutkan sebagai bukan pembersihan diri. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus di siapkan saat bulan Rajab datang. 

1.      Perbanyak Taubat dan Istighfar.
Ustadzah Halimah Alaydrus menyampaikan bahwa istighfar pagi 70 kali dan ba’da Maghrib 70 kali “ Allahummaghfirly Warhamny Watub Alayya”
Setelah salam setelah sholat maghrib ini, sambil mengangkat tangan, dan sebelum merubah posisi duduk.

Perbanyak Puasa
Puasa satu hari dalam bulan Rajab pahalanya seperti puasa 30 Hari.
Imam Ghozali berkata "jika kalian ingin berpiasa di bulan Rajan satu bulan full maka sisakan satu hari untuk tidak berpuasa. Agar tidak serupa dengan bulan Ramadhan.

Menghidupkan Malam untuk Ibadah
Ada 2 malam istimewa di bulan Rajab yaitu malam satu Rajab dan malam dua puluh tujuh Rajab. Tapi menghidupkan malam selain tanggal tersebut juga bagus ya. Bahkan Habib Umar bin Hafidz menekankan untuk memperbanyak sholat sunnah yang mungkin jarang sekali di kerjakan di bulan lainnya. Untuk yang sudah istiqomah sholat Tahajud dan sholat Witir maka bisa diperbanyak Rakaatnya. Sholat dan beristighfar di sepertiga malam pun bisa menjadi waktu ijabah untuk berdoa. Karena saat waktu sahur, Allah mencari hamba - hambanya yang berdoa dan meminta.

Perbanyak Sholawat
Habin Umar bin Hafidz memberikan amalan untuk membaca sholawat bulan Rajab sebanyak 5000 kali bahkan boleh lebih asal tidak kurang. Kesannha banyak banget ya padahal kalau di hitung cuman sekitar 35 kali sehari. 



Kalau boleh menyimpulkan bulan Rajab benar benar akan melatih kesiapan kita di bulan Ramadhan ya. Secara tidak langsung kalau di bulan Rajab ini sudah terbiasa bekerja dengan berpuasa, maka di bulan Ramadhan harusnya sudah lebih mudah.
Kalau sudah terbiasa berdzikir di waktu saur dan menghidupkan malam dengan berdzikir, seharusnya bukan lagi hal yang berat untuk melakukannya saat Ramadhan datang.


Jadi yuk bismillah pelan pelan kita mulai Amalan - Amalan bulan Rajab untuk membersihkan diri dan melatih mental dan Iman kita dalam menghadapi Ramadhan.
Harap - harap segala istighfar kita dapat diterima oleh Allah SWT. Amiiin

Mudah - mudahan bisa memberikan manfaat buat yang membaca ya..

Allahumma bariklana fi Rajaba wa Syabana
Wa Balighna Romadhon
Yasir lana umurona..

Wednesday, 14 March 2018

Mbah Azizah Ma'shoem Ahli Silaturahmi dan Ahli Sedekah


Jadi sekitar 3 hari yang lalu saya seharusnya menjemput tante ning Selly untuk latihan rebana dan koor muslimat. Tetapi sesampai di rumah beliau malah turun hujan lumayan lebat. Jadilah minum secangkir teh sambil cerita ngalor ngidul sampai akhirnya ceritalah tentang mbah Zah (Azizah Ma'shoem). Kebetulan tante ning ini cucu langsung beliau.
Ahli Silaturahmi
Sudah menjadi rahasia Umum bila mbah Azizah Mashoem ini sangat senang silaturahmi. Tak perlu menunggu yang muda datang, tak jarang beliau lah yang mendatangi yang muda. Prinsip bersilaturahmi hanya satu siapa yang senggang dia yang datang.
Jadi inget cerita tentang mbah Zah yang jauh - jauh ke Lampung hanya ingin mendoakan cucunya yang kebetulan diberi amanah menjadi bupati disana.
Tante Ning Selly pun bercerita pernah mbah Zah sedang ada di Jakarta untuk sebuah urusan dengan ibu Khofifah. Nah ternyata besoknya ada sebuah undangan di Malang dan asisten Mbah Zah benar benar lupa. Baru ingat karena sang empu acara telpon sang asisten mengingatkan jadwal acara di Malang.
Apa yang mbah Zah lakukan?beliau pun langsung berangkat ke malang. Bayangkanlah Jakarta - Malang dilaju dengan Mobil. Tapi sebelumnya, beliai mampir ke rumah di lasem untuk bersih bersih dan melanjutkan perjalanan le Malang. Usai acara selesai beliau kembali ke Jakarta.
Subhanallah...begitu banyak cerita beliau tentang silaturahmi. Betapa menjadi ahli silaturahmi adalah sesuatu yang gampang tapi sulit bagi mereka yang memang tidak ada niat.
Padahal salah satu keutamaan silaturahmi adalah melancarkan rejeki dan juga sebagai tolak bala.
Duh rasanya pengin keplak diri sendiri. Ga usah jauh jauh silaturahmi ke luar kota. Ke saudara sendiri yang cuman naik motor 10 menit pun kudu nunggu sama pak suami. Luangkan waktu minimal satu hari dalam seminggu untuk anjang sana bertemu saudara atau teman lama bisa memperkuat rasa persaudaraan.
Ahli Sedekah
Salah satu sifat Mbah Zah yang sudah dikenal oleh para santri adalah sifat loman. Kalau bahasa Indonesia artinya ringan tangan suka bantu bantu. Menurut cerita Ning Selly " Mbah Zah iku rak iso ndelok cah cilik mesti dikei arto atau jajan. Rak kudu putu ne tapi anake tamu sing teko mesti di kei oleh oleh"
Yang artinya "Mbah Zah ga bisa liat anak kecil pasti di kasih uang atau jajan. Bukan cuman cucunya tapi anak kecil siapapun yang beliau lihat".
Pernah suatu ketika saat dalam perjalanan berhenti di sebuah perempatan dan melihat anak - anak dan beliau membagikan permen atau jajan.
Atau saat melihat orang sepuh yang sedang berjualan biasanya beliau berhenti dan memborong jualanya.
Subhanallah..
Saya pernah memdengar ceramah ustadzah Halimah Alaydrus bagaimana para kekasih Allah melihat manusia bukan lagi sebagai fulanah tapi sebagai Hamba Allah. Dan akhirnya saya mendengar cerita tentang kekasih Allah mbah Azizah Ma'shoem yang melihat manusia bukan lagi sebagai Fulan atau Fulanah tapi sebagai Hamba Allah.
Ninh Selly bercerita bahwa mbah Zah memiliki hati yang benar benar Loman atau lembut kasih sayang. Sering ada orang yang datang mengemis ke rumah mbah Zah. Bukan lagi meminta uang puluhan ribu. Tapi malah minta uang 2 juta. Dan Subhanallah mbah Zah dengan ringan tangan memberikan uang tersebut. Saat para ndalem yang mengurusnya protes beliau dengan santai menjawab
"Ora popo menowo dadi dalanku maring surga"
Ya Allah...padahal kita mah eh saya maksudnya tahu kalau ada pengemis yang di kasih 1000 misuh misuh aja suka jengkel. Atau modus lain yang kekurangan bekal di jalan dan minta berapa puluh ribu aja kadang suka mikir seribu kali.
Mungkin itulah yang membedakan Iman orang awam dengan dengan para Auliya. Bukan lagi dunia yang mereka pikirkan tapi akhirat lah tempat berpulang sejati.
Mudah - mudahan sekelumit cerita ini bisa jadi introspeksi bagi diri kita sendiri ya. Sudahkah kita istiqomah dalam suatu amalan? Karena sedikit amalan tapi istiqomah jauh lebih baik.

Friday, 9 February 2018

Menghina Allah (tanpa sadar)


Beberapa waktu yang lalu sempat melihat video di Instagram teman lama ustadzah @astilathifasofi. Video itu bener bener membuat saya jadi tertampar bolak balik dan bikin saya jadi pasrah saat tahajud.
Sampai akhirnya saya pun berusaha membuat jadwal "rapat" dengan Allah SWT. Berkeluh kesah dengan segala persoalan yang saya hadapi. Mencoba untuk tidak terlalu barharap kepada manusia.
Sampai akhirnya ada sebuah kejadian yang membuat saya sempat berharap dan meminta tolong kepada manusia. Saya lupa bahwa Allah lah sang penggerak hati.
Uang gaji tiba - tiba menurun lumayan banyak. Saya sendiri belum bertanya kenapa. Orangnya agak malas ribut. Panik iya karena sudah tersusun rapi anggaran buat ini itu. Dan akhirnya ga cukup sama sekali sama perhitungan saya. Salah satu anggaran yang saya susun waktu itu adalah tentang anggaran BPJS. Perasaan ya belum bayar dua bulan dan itu berarti harus ada dana sekitar 300ribuan. Sempet berpikir masa iya mau minjem lagi?
Sampai liat video asti lagi dan jadi menangis. Pasrah dalam sujud. Jadi inget saya pernah berjanji mau merutinkan sedekah sehabis gajian ke sebuah rumah yatim. Berhubung lagi sibuk akhirnya saya transfer lewat m banking ke rekening rumah yatim tersebut. Jujur, memang ada rasa bersedekah karena memang bener bener merasa kalkulator saya teramat kurang. Berharap sedekah Allah akan beri saya jalan keluar.
Dan akhirnya mencoba untuk mengecek tagihan bpjs dulu. Coba ke indomaret error sistemnya, cek lewat mbanking bni error juga. Sampai akhirnya meminta tolong teman di tim star karena dia beketja di kantor BPJS di daerah sumatra sana. Dari dia lah akhirnya saya pun baru tau kalau JKN atau BPJS punya aplikasi untuk mengecek tagihan peserta.
Betapa kaget nya pas di liat kok saya ga ada tagihan ya? Pembayaran terakhir dilakukan desember 2017.
Karena takut salah lihat, saya coba hubungi teman saya dan jawabannya pun sama. Tidak ada tagihan, karena mungkin saya pernah bayar double.
Rasanya kepengin nangis , karena Allag buktikan kuasanya. Rejeki bukan selalu masalah materi. Tapi hal yang kayak gini bener bener amazing buat saya. Alhamdulillahirobbil alamin.
Akhirnya saya pun mengerti sebagai hambanya ikhtiar pertama kita adalah Allah SWT. Allah yang memberikan ujian, kenapa kita tidak meminta jawaban kepadaNYA.
Menghina Allah bukan berarti kita menginjak Alquran.
Tapi takut akan hal duniawi dan meminta pertolongan kepada selain Allah, Tanpa Sadar kita telah menghina Allah.
Jazakumullah katsiron Asti sudah menjadi pengingat di saat iman sedang rapuh.
Mudah mudahan tulisan sederhana ini bisa jadi renungan untuk kita semua.

Friday, 2 February 2018

Go Back Couple, Menata Ulang Sebuah Komunikasi



"Kamu Tidak Pernah ada saat aku membutuhkanmu"
Salah satu potongan percakapan yang saya inget pas nonton drama korea " Go Back Couple". Ekspresi jang nara yang sayu tapi dengan kata kata yang hyakdess.
Drama Korea Go Back Couple ini jadi trending topik di obrolan emak emak tim cetar yang bikin saya penasaran tingkat dewa. Ada yang bilang habis nonton langsung meluk suaminya lah, ada yang bilang langsung ngusel usel di suami lah efek nontonnya aja bisa kayak gitu yaaa hehehe. So, sebenernya kayak apa sech ya drama korea Go Back Couple ini.
Drama korea ini menceritakan tentang pasangan suami istri yang sudah menikah lebih dari 10 tahun dan akhirnya bercerai dengan segala kebencian. Ma Jin jo (Jang Nara) yang merasa sendirian dalam mengasuh anak sedangkan suaminya choi bando sibuk mencari nafkah sebagai manager farmasi dengan sangat susah payah. Awal cerita tidak di ceritakan kenapa komunikasi mereka memburuk sampai akhirnya terlontar kata Cerai.
Pasca keluar dari sidang pengadilan sahabat choi ban do dan Ma jin jo berusaha memberikan dukungan dan sejenak memberikan waktu bagi keduanya. Sampai akhirnya keduanya melemparkan cincin pernikahan dan voila jadilah gempa kecil yang hanya mereka rasakan. Dan saat bangun tidur, jin jo dan ban do kembali ke masa lalu dimana mereka pertama kali bertemu.
Tadinya mereka ingin saling menjauhi dan mengejar cinta pertama mereka. Tapi saat teringat seo jin anaknya mereka jadi bingung dan rindu. Kalau mereka tidak berhubungan lagi maka pupus sudah keinginan untuk kembali bertemu dengan seo jin. Kembali ke masa lalu juga membuat mereka memperbaiki apa yang dulu mereka tidak bisa lakukan.
Ada banyak hal nilai nilai kehidupan yang saya ambil dari drama korea ini. Bukan cuman tentang komunikasi antar suami istri tapi juga hubungan dengan orang tua juga dengan teman sesama.
1. Karena suami atau istrimu ga bisa telepati.
Menjelang episode akhir terkuaklah sudah masalah yang membua komunikasi mereka memburuk. Mereka berdua akhirnya saling terbuka. Kadang ketika istri menginginkan A akan sulit diucapkan dan akhirnya hanya berharap sang suami mengerti dan memiliki inisiatif.
Salah satu adegan simple aja saat ibu ban do ngambek bikin makan malam asin buat ayah ban do. Ayahnya mengeluh karena makanan kok asin banget sedangkan kakak ban do mah bilang ga asin. Eh ternyata ibunya ngambek gara gara di ajak makan siang di luar sama ayah ban do ke restoran makanan rumah. Padahal ibu ban do kepengin masakan lain. Ribut daaaah hehehe.
Sepele tapi karena kemalasan kita untuk mengeluarkan keinginan jadi berujung ribut.
Dan masalah komunikasi lah ternyata yang menjadi pangkal permasalahan rumah tangga mereka. Nanti bakalan ketahuan menjelang episode terakhir. Lagi lagi juga ternyata kehadiran ibu jin joo menjadi penyelamat mereka. Karena akhirnya bisa saling terbuka. Sedih beuud lah episode ini.
2. Karena Kita Akan Tahu Rasanya Kehilangan saat orang yang kita sayang tak ada.
Episode pertama saya udah mewek banget gara gara jin jo ke makam ibunya dan curhat keluh kesahnya eh paginya bangun ketemu sama ibunya yang sudah meninggal bertahun tahun yang lalu. Jin jo nangis kaya numpahim rindu dan yang nonton ikutan nangis.
Kalau adegan ibu dan anak suka inget smaa kanjeng mami dah..entah siapakah di antara kami yang akan dipanggil dulu tapi rasanya masih sering bikin orang tua kecewa. Pun dengan orang orang sekitar. Kayaknya kita bakalan merasa "kosong" kalau mereka ga ada.
Mewek juga pas liat adegan jin jo manggil anaknya terus dalam tidur seo jin. Duh emak emak ya pasti kangen anaknya yaaa..liat adegan ini eyke langsung meluk Umar yang kenceeng terus anaknya bangun ga jadi ngedrakor lagi *eh
3. Udah Tau Belum Kebiasaan Pasangan kita?
Ada adegan yang bikin saya baper warbiyasak pas jin joo datang bulan di kampus dan ban do liatin dari jauh. Saat jin jo menelepon dan meminta tolong belikan pembalut. Ajaibnya ban do sudah ada dong di apotek beliin pereda nyeri dan tau pulak komposisi yang pas gara gara jin jo punya perut lemah.
Daaaaaaan tau dong pake pembalut bersayap *ini lah yang disebut romantis ala emak emak.
Dan paling melting pas semua makan siang ban do dengan sigapnya mijitin pinggangnya jin jo sambil inget masa lalu sering mijitin sampai jin jo tidur.
Duileh kalau udah kawin mah kayak gini romantis lah namanya.
Inget kebiasaan pasangan itu hal yang sepele ya tapi yakinlah bakal berarti banget buat pasangan kita.
4. Tak akan ada kesempatan kedua.
Yeah walaupun di sini mereka kayak di kasih kesempatan kedua buat memperbaiki hidup mereka di masa lalu, tapi di dunia nyata kita ga akan pernah kembali ke masa lalu. Jadi segala tindakan yang kita lakukan haruslah di pikirkan terlebih dahulu. Ga bisa lah kita bertindak karena emosi semata. Walaupun niat kita bagus tapi kalau udah bawaan emosi jadi berantakan jadinya.
Duh udah panjang belum ini ya postingan?ini pertama kalinya nech saya nulis tentang drama korea yak hehhee. Padahal aslinya sungguh pengin nulis tentang reply 1988 tapi apa daya malah Go Back Couple duluan.
Intinya mah ini salah satu drakor yang akan saya hapus di komputer. Drakor ini kaya bisa jadi reminder tentang pernikahan.
Bahwa pernikahan itu bukan lagi tentang perasaanmu atau perasaanku.
Tapi tentang berbagi perasaan dan berkomunikasi.
Karena pernikahan bukan sesuatu hal yang mudah tapi selalu ada jalannya.
Mudah - mudahan postingan ini ada faedahnya ya...
Ada yang udah nonton drama korea Go Back Couple?sharing dong adegan apa yang paling disuka.

Friday, 29 December 2017

Tips Jualan ala Bunda Umar


Assalamualaikum
Jadi ceritanya suprise banget liat geliat masyarakat Tegal yang lagi gencar banget pada jualan. Bahkan di facebook saya kesasar di grup yang isiya jualan makanana *gagal diet lah. Takjubnya rata-rata yang memposting jualannya kebanyak perempuan dan ibu rumah tangga.
Alhamdulillah ya kalau mulai banyak perempuan yang ingin berjualan biar tabungan masa depan anak bisa terus bertambah. Karena kayaknya rata rata emak emak jualan ya buat kebutuhan anak ya. Saya pun dulu jualan berkeinginan untuk dua hal tabungan anak dan melunasi hutang. Tapi sayangnya bangkrut terus cuuyy hehehe.
Karena sering banget jatuh bangun jadi pengin sharing aja pelajaran yang saya ambil dari jatuh bangun saya berusaha. Ya terkadang kan kita ga harus melulu belajar dari kesuksesan orang lain ya. Kadang kegagalan orang lain pun bisa kita ambil hikmahnya.
Jadi apa aja ya tips jualan ala bunda Umar  buat emak emak.

1. Mantapkan Niat.
Ini penting banget lah mak, karena niat ini yang akan jadi semangat kita dalam menjalani usaha. Karena orang jualan itu ada kalanya turun kebawah. Nah, saat semangat ikutan turun, niatlah yang nanti akan jadi semangat buat kita
Misalnya pengin nambah tabungan anak sampai berapa digit, bikin rumah, lunasin hutang dll. Penting banget buat bikin secara detail supaya kita pun tau progres dari hasil kita jualan.

2. Minta restu suami dan orang tua.
Mak, walaupun kita udah nikah tetapi doa orang tua juga bisa jadi jalan buat kesuksesan. Jangan sampailah misalnya kita jualan baju atau kerudung justru orang tua tahu dari orang lain.
Apalagi suami, wajib banget lah minta ijin. Meskipun misal modal sendiri tapi pasti waktu dan tenaga harus dibagi juga kan buat urus usaha. Lagi pula kalau suami ikhlas dan ridho Insya Allah langkahnya jadi enak bener buat buka usaha.
Apalagi buka usaha itu pasti akan membuat kita harus membagi tenaga dan pikiran. Jadi baiknya memang minta restu sama orang rumah ya mak.

3. Buka Usaha sesuai Passion.
Penting banget buat ikutin passion atau kemampuan kita. Jangan sampai buka usaha karena trend semata.Akhirnya malah jadi musiman dan ga berkembang. Misalkan hobi dan bisa masak, bisa tuch buka laukan depan rumah atau katering buat orang kantoran.  Hobi craft bisa juga lho bikin kerajinan flanel misal busy book, bros , banyak lah Atau kalau yang hobi menulis juga bisa lho merintis jadi blogger.

4. Jangan Pinjam Modal.
Nah! Penting juga nech!kalau ngobrol modal pastilah berkaitan dengan uang ya. Jadi ya mak, kadang kita suka keburu nafsu buat pinjam sani sini untuk modal. Padahal ya kadang kita punya lho aset yang bisa di berdayakan. Cek lagi dech masih ada kan cincin nikah atau perhiasan seserahan waktu nikah? jangan merasa berat untuk menjual karena kenangan ya mak. Yakinlah Insya Allah akan lebih berkah dan akan menjadi penyemangat kita dalam berjualan. Someday, harus bisa kebeli lagi emas itu bahkan mungkin yang lebih bagus. Kenapa ga di gadaikan aja?Karena pada akhirnya nanti kita jadi pusing bayar angsurannya.

5. Catat segala Pengeluaran dan Pendapatan
Yes Mak! ini pentinglah sangat bahkan bukan cuman buat pedagang aja ya, buat orang kantoran pun kayaknya perlu banget buat di bikin laporan keuangan simple tiap bulan ala rumahan ya. Kadang pengeluaran yang kecil itu tau - tau bisa jadi sumber kebocoran. Pendapatan kecil - kecil yang dianggap remeh bisa jadi lumayan banget lho.

6. Perbaiki Ibadahmu.
Ibadah memang harusnya Lillahi Ta'Ala ya tapi pernah denger juga dari ustadz Yasin bahwa sangat wajar bila kita melakukan ibadah Sholat Dhuha dan Rutinkan Al-Waqiah agar rejeki lancar. Karena memang iman kita masih harus di iming - imingi dengan segala keindahan dunia. Itu masih jauh lebih baik daripada kita pengin usaha lancar lantas pergi ke dukun. Be Careful ya mak kalau udah makin laris lantas ibadah jadi keteteran. Itu bisa jadi bukan suatu keberkahan tapi justru bisa jadi musibah. Pun jangan biarkan kita menjadi sumber kelalaian karyawan - karyawati kita dalam hal ibadh saat bekerja bersama kita.

Memang saya sendiri bukan womanpreuneur yang sukses, masih sangat belajar dari yang namanya kebangkrutan. Tapi mudah - mudahan bisa sedikit membantu emak - emak yang memang berniat buat terjun membantu perekonomian suami.