Thursday, 28 July 2016

Prosesi Pernikahan Adat Pinggiran Tegal



            Salah satu peristiwa paling penting dalam kehidupan seseorang adalah pernikahan. Selain dibutuhkan kesiapan mental, pernikahan juga dibutuhkan kesiapan dalam prosesinya. Kali ini saya akan menulis tentang prosesi pernikahan adat pinggiran kota Tegal. Kenapa saya sebut pinggiran kota Tegal?karena prosesi yang saya tulis ini biasa terjadi di desa saya yang ada dipinggiran Tegal. Karena beda kecamatan biasanya memiliki prosesi yang sedikit berbeda. Yes! Indonesia memang kaya dengan kebudayaan. 

            Rasulan
            Rasulan biasanya diadakan sebelum tenda dipasang. Rasulan ini biasanya hanya akan mengundang tetangga dekat dan keluarga saja. Rasulan ini dimaksudkan bahwa di keluarga tersebut akan diselenggarakan hajatan. Acaranya biasanya berupa tahlilan dan juga sambutan dari tuan rumah tentang maksud dan tujuan adanya Rasulan. Setelah itu bersantap bersama ambeng yaitu nasi dan lauk pauknya dalam nampan yang sudah dialasi dengan daun. Salah satu menu yang wajib hadir yaitu ayam pecak pati.
            Seserahan
            Untuk seserahan mungkin bukan sesuatu yang baru ya karena setiap daerah pasti ada seserahan. Seserahan sendiri bisa dilaksanakan sebelum akad nikah atau ada juga yang setelah akad nikah. Tetapi saya akan menulis sebelum akad nikah sesuai yang pernah saya alami. Seserahan pernikahan merupakan proses memasrahkan anak laki-laki kepada pihak keluarga perempuan. Keluarga laki-laki memberikan keperluan calon pengantin, makanan pasar dan juga keperluan rumah tangga. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk keseriusan sang calon pengantin laki-laki dan sebagai modal dalam mengarungi rumah tangga. Keperluan pengantin perempuan biasanya dari ujung rambut sampai ujun kaki. Ada juga hadiah untuk orang tua pengantin perempuan, makanan pasar seperti dodol, wajik, enting-enting dan lain sebagainya. Untuk peralatan rumah tangga biasanya disesuaikan dengan kemampuan sang laki-laki. Ada juga lho yang membawa seserahan satu truk. Kadang suka beda tipis antara pamer dan juga tradisi J. Selain itu untuk syarat adat istiadat biasanya dibawa juga bunga rampai, kayu bakar, ayam sepasang, uang dapur, dan bumbu dapur lainnya. Bunga Rampai atau bunga kelapa ini biasanya bila ada perawan yang belum menikah akan di sabet dengan menggunakan bunga Rampai katanya biar nular hehehe. Ada juga mitos ayam sepasang yang menurut saya sech agak lucu. Jadi siapa duluan antara ayam betina bertelur dengan kehamilan? Kalau ayam yang bertelur dulu maka biasanya pasutri akan lama memiliki momongan. Hal itu Alhamdulillah tidak berlaku buat saya. Ayam saya bertelur duluan dan saya menyusul tiga bulan kemudian hehehe.
            Kandegan.
            Kayaknya saya pernah menulis tentang kandegan ini. Jadi kandegan ini tanda bahwa sang tuan rumah sudah memulai menerima tamu. Biasanya kandegan masih berlaku di pedesaan atau bagi mereka yang akan menyumbang kepada sang tuan rumah. Saya akan menyebut ini bagian kandegan part satu. Kenapa? Baca aja dulu sampai selesai hehehe
            Jemput Pengantin,
            Prosesi ini biasanya dilakukan oleh keluarga pengantin perempuan menjemput pengantin laki-laki untuk melaksanakan akad nikah. Biasanya yang menjemput saudara laki-laki sang pengantin perempuan. Biasanya paman, pakdhe, sepupu lelaki, kakak atau adik lelaki. Mereka menjemput pengantin dan membawa satu stel baju dan jas serta sepatu dan peci. Jas tersebut bisa bikin atau pun sewa sesuai kemampuan sang perempuan. Saat datang kesana keluarga perempuan akan meminta ijin kepada keluarga laki-laki untuk membawa calon pengantin dan menyerahkan baju dan perlengkapannya untuk dipakai. Disini biasanya suasanya jadi haru biru.
            Akad Nikah
            Pada saat pernikahan saya, akad nikah dilaksanakan di masjid dekat rumah dan hanya laki-laki saja yang ada dalam ruangan tersebut. saya sendiri menunggu di rumah sambil menenangkan mama yang mulai berurai air mata hehehe. Kebetulan memang keluarga kami saat akad nikah selalu dipisah antara pengantin lelaki dan perempuan.
Setelah akad nikah

            Temu Pengantin
            Sebenarnya kalau mengikuti adat jawa pakem temu penganten ini lumayan seru ya. ada lempar daun sirih dan injak telur segala. Tapi temu pengantin yang saya lakukan adalah bertemu pengantin laki-laki dan menyerahkan mahar. Sebelumnya pengantin perempuan mengalungkan kalung bunga melati ke leher pengantin lelaki. Cium tangan dan penyerahan mahar. 

Penyerahan Mahar

            Sungkeman
            Sama seperti adat pernikahan lain, sungkeman juga merupakan prosesi yang mengharu biru. Bahkan mama saya sempat pingsan sebelum prosesi ini dan akhirnya sungkeman dilakukan di dalam rumah bukan di pajangan pengantin. Saat mama kuat baru sungkeman diulang disana. Sungkeman ini lah orang tua biasanya mendoakan pernikahan anak mereka.
            Makan Adep-Adep
            Prosesi lain yang tak kalah seru adalah makan adep-adep. Adep-adep ini hampir sama dengan ambeng. Hanya dalam bentuk porsi kecil. Adep-adep dibawa oleh kedua orang tua dan ditaruh didepan pengantin. Sang pengantin lalu memakan sebanyak tiga kali. Setelah itu saling menyuapi. Adep-adep sendiri ini dimaksudkan agar sang pengantin “madhep” atau yakin dengan pernikahannya. Ada juga adat tarik ayam bakar oleh pengantin. Adat itu saya lihat saat pernikahan salah satu keponakan suami menikah.
            Iring Manten
            Sebetulnya prosesi ini tidak pernah saya laukan karena saat itu mengingat waktu yang tidak memungkinkan. Tapi berhubung kata mbah harus dilakukan walaupun hanya simbolis, maka waktu itu iring manten hanya dilakukan menuju ke rumah budhe saya yang jaraknya dekat. Iring manten sebuah prosesi pernikahan dimana keluarga pengantin laki-laki akan “meminjam” pengantin. Biasanya saat akan meminjam dan dibawa ke rumah pengantin laki-laki, keluarga pengantin perempuan pun akan mengiringi. Tidak hanya keluarga biasanya ada juga tetangga yang dimintain tolong untuk mengiringi pengantin. Sesampai. Saat akan dibawa kesana pihak perempuan akan menyerahkan kasur dan bantal juga hadiah untuk besan. Kasur maknanya untuk agar bila sang istri tidur di mertua sudah ada alas untuk tidur.
            Sesampainya disana juga prosesi sungkeman dan makan adep-adep tetap dilaksanakan. Ada beberapa prosesi yang terkadang biasa dilakukan tetapi nanti jadi panjang lebar karena beda desa kadang beda lagi aturannya hehehe. Setelah prosesi selesai maka selanjutnya adalah “mbalakna penanten” alias mengembalikan pengantin ke kelurga perempuan. Tentu saja keluarga laki-laki masih ikut kesana. Sesampainya disana keluarga laki-laki akan poyan atau pamitan dam biasanya memberikan uang kepada pengantin perempuan sambil salaman.
            Walimahan
            Setelah semua rangkaian prosesi selesai maka selanjutnya adalah walimahan atau dalam islam Walimatul Ursy. Biasanya yang diundang adalah bapak-bapak dan acaranya selepas sholat isya. Sedangkan istrinya akan datang pada sore hari untuk kandegan part 2. Jadi biasanya yang diundang ke walimahan itu ya yang ga diundang pas kandegan part 1. Karena walimahan biasanya tetangga dekat satu RT maksimal mungkin dua RT lah. Tidak terlalu banyak. Sedangkan kandegan part satu biasanya lebih ke teman atau kenalan sang empunya hajat.
            Itu tadi sebagian besar prosesi pernikahan adat pinggiran Tegal yang saya jalani dan ketahui ya. Doakan saja semoga serangkaian prosesi tadi membawa keberkahan bai kami. Sebenarnya masih banyak adat yang lain hanya saja kalau diurai bisa kayak essai budaya hehehe. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman-teman. oiya, sharing juga dong budaya pengantin di daerah teman-teman. Saling berbagi informasi budaya Indonesia yang luar biasa indahnya.

2 comments:

  1. Ini miri sama prosesi mantenan di tempatku Mba Nur. Iya sih, Tegal Kebumen nggak begitu jauh, jadi masih mirip adat dan tradisinya ya :D

    ReplyDelete

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

 

Sample text

Sample Text