Wednesday, 22 May 2013

Tolong,Jangan judge mereka



            Udah agak lama sech pengin bikin postingan ini, yah berhubung rasa mlas mendera heheheh baru bisa keturutan sekarang. Sekarang lagi genjar – genjarnya ya program ASI Ekslusif. Siapa sech yang ga tau betapa pentingnya ASI bagi setiap bayi. ASI yang merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI Eksklusif ini kalau ga salah dua tahun ya? (koreksi kalau salah) namun entah mengapa para ibu yang telah berhasil melaksanakan tugas nya memberikan ASI ini jadi agak sombong dan memandang rendah para ibu yang memerlukan sufor bagi bayinya.
            Yeah, mereka lupa kalau masing – masing ibu memiliki kondisai yang berbeda. Plus lingkungan keluarga yang berbeda. Beruntung para ibu yang lingkungannya sangat mendukung adanya ASI Ekslusif bagi bayi mereka. Lalu bagaimana mereka yang lingkungan dan kondisinya tidak mendukung? Pleaseee jangan di caci maki menganggap mereka memberikan racun bagi anak – anaknya. Mana ada ibu yang mau kasih racun buat anaknya. Orang gila kali!!!
            Salah seorang teman bercerita bahwa orang tuanya menganggap ASI tidak akan mengenyangkan sang bayi. Sehingga buru – buru memberikan sufor. Serba salah bilang jangan ya salah, nurutin juga salah. Mungkin ada yang bilang “lah itu khan anak kita ya terserah kita dong!” duh tapi kok kesannya kasar ya. Atau para ibu yang tiba – tiba ASInya hanya keluar sedikit atau permasalahan lain yang berbeda – beda. Apakah mereka harus di judge ibu yang tidak baik???
            Satu pelajaran penting adalah saat seorang wanita hamil ternyata bukan sang calon ibu saja yang belajar tapi sang ayah plus sang kakek dan nenek juga perlu menyerap banyak informasi. Termasuk tentang pemberian ASI. Ada orang tua yg memanjakan anaknya tengah malam cucunya nangis di kasih sufor aja dech kasian ibunya capek. Siapa yang salah? Sang suami yg ga mau nemenin istrinya menyusui tengah malem alesannya capek. Capek mah semua juga capek kali ya.
            Banyak banget ya masalahnya. Tapi sekali lagi mendidik anak bukan hanya pemberian ASI saja ya. Banyak hal yang harus dilakukan untuk bisa mendidik anak menjadi anak yang sholeh dan berkarakter kuat. Salah seorang teman saya selalu bilang “ mungkin saya ibu yang jahat bagi mereka tapi setiap saya menyeduhkan sufor ke anak saya, ada lantunan doa yang saya panjatkan agar anak saya kelak jadi manusia yang berkarakter kuat dan memiliki pikiran hati yang bersih.

Saya belum menikah. Tapi bagi saya semua ibu adalah mulia. Semua ibu memiliki perjuangan yang berbeda – beda tapi tetap mempertaruhkan nyawa bagi anak – anaknya. Semua ibu mulia, kecuali ibu yang tega membuang dan membunuh anak kandungnya.
  sekali lagi saya mendung adanya gerakan ASI Eksklusif tapi tolong jangan menjudge mereka para ibu yang tak mampu memberi ASI secara full.



1 comment:

  1. hiks...aku meh nangis baca ini bu...makasih ya untuk tulisannya...lanjut bu, aku dukung terus kemampuan menulismu. makasih sekali lagi

    ReplyDelete

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

 

Sample text

Sample Text