Monday, 19 June 2017

Al-Qur'an dan Ramadhan




            Salah satu hal yang saya rindukan saat bulan suci ramadhan adalah semaraknya masjid – masjid yang melantunkan tadarusan Al-Qur’an. Karena selain di bulan suci Ramadhan akan sangat jarang mendengarkan sayup – sayup suara ayat – ayat suci Al-Qur’an. Seperti yang ada di masjid saya, biasanya seusai sholat taraweh para anak – anak muda mulai tadarusan sampai sekitar jam dua belas malam. Bisanya jam sebelas malam sudah mulai di offkan speaker luarnya. Alhamdulillah sampai saat ini sudah tiga kali khataman.
            Al-quran dan Ramadhan merupakan satu paket yang tidak bisa terpisahka. Karena salah satu ibadah yang sangat dianjurkan adalah membaca ayat – ayat suci Al-Qur’an. Saat bulan suci Ramadhan setiap huruf yang dibaca akan dibalas dengan tujuh puluh kebaikan.  Bayangkanlah bila  kita bisa sampai berkali – kali khatam Al-quran di bulan suci Ramadhan dan di doakan doa khatam Al-quran. Maka insaya Allah akan ada banyak kebaikan yang mengalir.
            Kenapa Al-Qur’an dan Ramadhan saling berkaitan erat?
            Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada bulan ini, yang terdapat dalam firman Allah SWT yang artinya “ (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barang siapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,…”. (Q.S Al- Baqarah : 185) karena Al-Qur’an berisi tentang petunjuk yang membimbing umat muslim kepada yang lurus. Maka bulan turunnya dipenuhi dengan kebaikan.
            Saya jadi teringat dengan salah seorang tetangga dekat rumah. Sekitar tiga tahun yang lalu sebut saja mba Dian. Dia termasuk orang yang sangat rajin tadarusan di masjid. Meskipun terbata – bata dan perlu koreksian, tapi dia masih tetap semangat. Dan ini membuat yang lain harus menyimak bacaannya. Padahal biasanya kalau yang lain tadarusan kayak balapan dan membuat malas untuk menyimak. Alhamdulillah kebaikan akhirnya membuahkan doa – doanya diijabah dan menikah. Karena mba dian termasuk yang terlambat menikah.
            Jadi tidak ada yang salah bila kita sabagai manusia menjadikan Al-Qur’an sebagai salah satu ikhtiar agar doa – doa kita diijabah. Karena memang sudah sifat manusia dan Allah pun senang bila hambanya lidahnya selalu melantunkan ayat – ayat sucinya. Mudah – mudahan sedikit informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan menjadikan kita untuk selalu istiqomah selalu membaca Al-Qur’an meskipun Ramadhan telah berakhir. Dan di penghujung Ramadhan ini mudah – mudahan menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi. Amiin

No comments:

Post a Comment

Hei Terima kasih sudah berkunjung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..nanti saya akan berkunjung balik...
please jangan tinggalkan link hidup..
Terima Kasih

 

Sample text

Sample Text